Fear-based Parenting itu Nyata!

pernah ketemu orang tua yang hobinya mendorong anak pada kegiatan kompetitif? mereka terpikat dengan gagasan bahwa hidup adalah perlombaan. orang tua kayak gini biasanya dengan senang hati menginvestasikan banyak uang untuk biaya pelajaran & partisipasi. ikut les ini itu..
 
 
Medal. Image by Freepik
 
 
selain itu, mereka juga menghabiskan banyak waktu dan energi untuk menemani anak-anak latihan, kegiatan, dan ikut lomba. pokoknya ortu mendorong dan mendukung banget anak untuk berkompetisi, deh.
 
"loh.. kan, bagus. apa salahnya?"
 
iya, mendorong anak untuk aktif dan kompetitif itu juga bagus. yang jadi sorotan adalah.. kadang, orang tua melakukan hal-hal di atas bukan karena anak mereka menyukai kegiatan tersebut. bukan juga karena ingin anak mereka menjadi profesional dalam bidang itu.
 
ortu jenis ini mementingkan aspek kompetitifnya aja. mereka percaya bahwa hal tersebut akan menumbuhkan sikap dan keterampilan yang akan membantu anak-anak berkompetisi di masa depan. seperti masuk ke perguruan tinggi top, dapet nilai bagus, dapet kerjaan bagus, dll.
 
termasuk juga memperoleh kemampuan bertahan dan tampil di bawah tekanan.
 
makanya banyak orang tua yang menghadiahi anak-anak mereka dengan uang tunai atau rewards lain yang nilainya jauh melebihi piala/hadiah yang disediakan oleh penyelenggara acara. tujuannya adalah untuk memperkuat nilai kemenangan itu.
 
 
Parenthood. Image by vectorjuice on Freepik
nah, karena fokus banget pada hal-hal di atas.. orang tua jenis ini jadi nggak membiarkan anak-anak mereka pergi bermain dan keluar untuk santai. bahkan pada anak-anak yang usianya masih dini. ini poin yang perlu diperhatikan.
 
kegiatan anak tuh isinya ya kegiatan yang memang udah dirancang oleh orang tua. bukan karena anak memang suka melakukannya. hari-hari anak penuh dengan les/kursus/klub A-Z. nggak ada waktu buat main. kalau ada waktu luang, ya, buat belajar.
 
 
Image by jcomp on Freepik
... anak-anak jarang menyebutkan kecintaan mereka terhadap kegiatan yang mereka lakukan. bahkan tentang kegembiraan ketika berhasil pun jarang mereka ungkapkan sebagai hal yang disukai.
 
yang menjadi fokus anak-anak cuma - ketemu teman - hadiah/imbalan yang didapat (dari ortu) kalau menang.
 
ingat-ingat yuk. dari semua pembahasan tentang jenis-jenis parenting yang nggak disarankan, sebetulnya goal-nya tuh bagus. pengin anak sukses. pengin anak pinter. nggak pengin anak merasakan kesusahan kayak posisi ortu ketika kecil, dll.
 
caranya aja yang kurang tepat. porsinya nggak pas. dalam konteks jenis parenting yang ini, kekurangannya adalah nggak membiarkan anak-anak pergi keluar dan bermain sesuka hati. dan nggak memberikan peluang bagi anak untuk melakukan kegiatan yang memang mereka senangi.
 
orang tua yang tanpa sadar melakukan ini harus tahu dulu.. bahwa rahasia kesuksesan bukan terletak pada dorongan untuk mengalahkan orang lain, melainkan pada menemukan kegiatan apa yang benar-benar disukai anak.
 
selain itu, anak juga akan mendapat banyak manfaat ketika belajar bekerja sama. makanya, yang perlu diajarkan pada anak bukan sekadar "hidup ini adalah tentang menang dan kalah" aja.
 
tapi, tambahkan dengan hal-hal mengenai kebaikan proses, menjalin pertemanan yang penuh kerja sama positif, menerima kekalahan, bukan terfokus pada rewards, dan sebagainya. dan jangan lupa, tetap persilakan anak bermain dengan gembira! 
 
 
Children scene. Image by brgfx on Freepik
Share this post